Seberapa Tinggi Harga XRP Bisa Naik? Ini Targetnya
Harga XRP telah melonjak 65% dalam sebulan terakhir, dari level rendah $1,61 ke $2,65 per 14 Mei. Kenaikan ini didorong oleh akumulasi whale dan meredanya ketegangan dagang antara AS dan China.
Dengan sinyal teknikal yang mendukung tren naik, seberapa tinggi harga coin itu bisa melesat?
Pola Wedge Isyaratkan Kenaikan 45%
XRP baru saja keluar dari pola falling wedge yang telah terbentuk selama beberapa bulan. Pola ini biasanya menandakan pembalikan arah naik. Target jangka pendeknya ada di kisaran $3,69 — sekitar 45% di atas harga saat ini.
Indikator teknikal lain, seperti rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 20 dan 50 pada grafik 3 hari, turut mendukung potensi kenaikan ini.
Namun, jika harga turun kembali ke bawah garis wedge dan gagal bertahan di atas EMA, skenario bullish ini bisa gagal. Harga XRP berisiko turun kembali ke kisaran $1,75.

Zona Likuidasi Tunjukkan Resistensi di $2,68–$2,87
Data heatmap likuidasi dari Binance untuk pasangan XRP/USDT menunjukkan adanya konsentrasi besar posisi leverage di area $2,68. Ini menjadikannya sebagai level resistensi penting dengan potensi likuidasi sekitar $17,33 juta.
Pada 14 Mei, harga XRP hampir menyentuh level ini. Jika mampu menembus $2,68 secara meyakinkan, harga bisa melonjak ke zona likuidasi berikutnya di $2,87 akibat efek short squeeze.
Pola Segitiga Simetris Prediksi Harga ke $17
Grafik dua mingguan XRP menunjukkan pola segitiga simetris yang terbentuk sejak awal 2025. Jika berhasil breakout, harga berpotensi melanjutkan tren bullish lebih panjang.
Secara teknikal, breakout dari pola segitiga simetris bisa mendorong harga naik setinggi tinggi pola tersebut. Proyeksi awal menunjukkan target di sekitar $5,24 — sejajar dengan level retracement Fibonacci 1,618.
Jika proyeksi ini diterapkan pada pola segitiga jangka panjang sejak breakout pada November 2024, target jangka panjangnya bahkan bisa mencapai lebih dari $17.