Bitcoin Dominasi Pembeli di $111K Isyaratkan Gelombang Kenaikan Baru
Bitcoin Dominasi Pembeli, Bitcoin telah menembus harga tertinggi sepanjang masa di atas $111.000. Data onchain menunjukkan bahwa pembeli tetap mendominasi pasar. Ini membuka peluang kenaikan harga berikutnya.
Permintaan Beli Masih Kuat di Tengah Harga Tertinggi
Menurut data dari CryptoQuant, indikator 90-day cumulative volume delta (CVD) menunjukkan dominasi taker buy. Artinya, jumlah pesanan beli jauh lebih tinggi daripada jual. Ini adalah sinyal kuat bahwa tren naik dapat berlanjut.
“Pesanan beli telah kembali dominan. Ini biasanya mengisyaratkan tren naik bisa terus berlangsung,” kata analis CryptoQuant, Ibrahim Cosar.
Selama Maret hingga awal April 2024, tekanan jual masih mendominasi. BTC sempat jatuh ke bawah $75.000. Namun, sejak awal Mei, dominasi pembeli kembali terlihat. Ini terjadi bahkan saat harga menembus $111.000.

Pemegang Jangka Pendek Sudah Untung, Tapi Belum Menjual
Pemegang jangka pendek (STH) kini kembali untung. Mereka adalah investor yang membeli Bitcoin dalam enam bulan terakhir. Harga telah menembus rata-rata biaya akuisisi mereka, yang berada sedikit di bawah $100.000.
“Bitcoin kembali reli setelah menembus level rata-rata biaya pemegang jangka pendek. Ini biasanya jadi sinyal beli saat tren naik,” jelas CryptoQuant.
Data dari Glassnode menunjukkan aktivitas penjualan dari pemegang jangka panjang sangat rendah. Saat ini, pengambilan keuntungan harian hanya setengah dibanding saat harga menyentuh $100.000 pada Desember 2024. Koin lama juga jarang berpindah tangan. Ini menandakan investor masih yakin tren naik belum selesai.
Kesimpulan: Pasar Masih Didominasi Pembeli
Pembeli mendominasi buku order di bursa. Tekanan jual dari pemegang lama juga minim. Ini memberi peluang besar bagi kenaikan harga lebih lanjut.
Jika tren ini bertahan, Bitcoin bisa masuk ke fase parabola baru. Target jangka pendek bisa berada di kisaran $120.000 hingga $130.000. Kenaikan ini bisa dipercepat jika ada sentimen positif dari institusi atau faktor makroekonomi.