Lightning Network Bisa Tangani 5% Volume Stablecoin Global pada 2028

Lightning Network Bisa Tangani 5% Volume Stablecoin Global pada 2028

Lightning Network Bisa Kuasai 5% Transaksi Stablecoin Global pada 2028: CEO Voltage

Graham Krizek, CEO dari penyedia pembayaran Voltage, memprediksi Lightning Network akan menangani miliaran volume transaksi stablecoin dalam beberapa tahun ke depan.


Potensi Besar untuk Stablecoin di Lightning Network

Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Krizek menyebut adopsi yang terus tumbuh akan membawa Lightning menangani setidaknya 5% volume stablecoin global pada tahun 2028.

“Lima persen atau lebih dari volume stablecoin akan terjadi di Lightning Network dalam tiga tahun,” ujar Krizek.

Saat ini, volume harian stablecoin diperkirakan mencapai $180 miliar menurut CoinGecko. Jika proyeksi Krizek tercapai, sekitar $9 miliar per hari bisa berpindah melalui Lightning Network. Jumlah ini bisa meningkat seiring diterapkannya regulasi baru seperti GENIUS Act di Amerika Serikat dan negara lain.

Krizek menambahkan, Lightning adalah “alat skalabilitas terbaik untuk stablecoin.” Ia yakin volume stablecoin yang mengalir di jaringan ini bisa mencapai angka miliaran dolar.

Baja Juga: Memecoin Hulk Hogan & Ozzy Melejit Setelah Kabar Kematian


Adopsi Masih Dini, Tapi Akan Tumbuh Cepat

Krizek mengakui saat ini aktivitas stablecoin di Lightning masih sangat minim. Namun, perubahan besar diperkirakan akan terjadi di paruh kedua 2025.

“Stablecoin baru mulai masuk ke Lightning. Pemain besar seperti Tether dan Circle juga belum aktif. Saat ini volumenya mendekati nol, tapi akan tumbuh segera,” katanya.

Sumber: Nansen

Tanda-Tanda Awal Sudah Muncul

Proses ini mungkin sudah dimulai. Pada Januari, Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, mengumumkan dukungan native Lightning Network untuk USDT.

Pada Juni, Lightning Labs merilis Taproot Assets versi 0.6. Pembaruan ini dirancang agar Lightning bisa menjadi lapisan pertukaran valuta asing (forex) terdesentralisasi untuk stablecoin di atas Bitcoin.

CEO Tether, Paolo Ardoino, juga sebelumnya menyebut bahwa Lightning merupakan platform ideal untuk transaksi stablecoin berskala besar. Menurutnya, pendekatan peer-to-peer Lightning membuatnya jauh lebih efisien dibandingkan blockchain biasa.

“USDT di Lightning sangat ideal untuk transaksi berskala tinggi,” ujar Ardoino dalam wawancara April lalu.