Galaxy Digital Cetak Laba $31 Juta, Bitcoin Tembus 17.102 BTC
Galaxy Digital mencatat laba bersih sebesar $30,7 juta pada kuartal kedua 2025. Hasil ini membalikkan kerugian $295 juta yang terjadi pada kuartal sebelumnya.
Perusahaan menyebut peningkatan nilai aset dan kinerja kuat divisi pasar global sebagai pendorong utama pemulihan. Selain itu, nilai portofolio Bitcoin mereka naik signifikan.
Hingga akhir Juni, Galaxy memegang 17.102 BTC, naik dari 13.704 BTC pada kuartal pertama. Artinya, mereka menambah 4.272 BTC hanya dalam tiga bulan. Nilai Bitcoin yang dimiliki saat ini mencapai $1,95 miliar.
Selain Bitcoin, Galaxy juga menyimpan ETH, USDC, Solana, dan XRP. Jika digabung, total nilai semua aset digital perusahaan mencapai $3,56 miliar. Menariknya, Bitcoin menyumbang lebih dari setengah dari total nilai tersebut.

EBITDA Naik Didukung Kinerja Treasury
Dari sisi operasional, Galaxy mencatat EBITDA sebesar $211 juta. Angka ini ditopang oleh laba kotor treasury dan korporat yang mencapai $228 juta.
Aset digital menyumbang $71,4 juta dalam laba kotor. Ini naik 10% dibanding kuartal sebelumnya. Namun, EBITDA dari segmen ini tetap berada di $13 juta karena kenaikan beban operasional.
CEO Galaxy, Mike Novogratz, menyampaikan rasa optimisnya. “Juli menjadi bulan terbaik kami sejauh ini. Semua unit bisnis mulai bergerak maksimal,” ujarnya.
Unit Global Markets menunjukkan performa unggul. Laba kotor melonjak 28% menjadi $55,4 juta, meski volume perdagangan turun 22%. Galaxy tetap mampu mengungguli pasar. Selain itu, nilai pinjaman meningkat menjadi $1,1 miliar, didorong oleh permintaan margin lending.
Di sisi lain, laba dari unit aset manajemen dan infrastruktur turun 26%. Penurunan ini terjadi akibat aktivitas onchain yang melambat dan imbal hasil staking yang berkurang. Meski begitu, nilai aset kelolaan naik 27% menjadi $9 miliar, berkat harga kripto yang naik dan dana masuk baru.
Langkah Operasional Strategis Galaxy
Tak hanya dari sisi finansial, Galaxy juga mencetak capaian besar secara operasional.
Mereka berhasil menyelesaikan penjualan lebih dari 80.000 BTC atas nama klien. Ini menjadi salah satu transaksi Bitcoin terbesar yang pernah dilakukan.
Selain itu, kampus pusat data Helios terus berkembang. Mitra mereka, CoreWeave, kini berkomitmen penuh untuk memakai kapasitas 800 megawatt yang tersedia. Galaxy juga memperoleh tambahan 160 hektar lahan dan mengajukan sambungan daya 1 gigawatt. Jika disetujui, total kapasitas Helios bisa mencapai 3,5 gigawatt.
“Kalau ini terwujud, Helios bisa menjadi salah satu dari lima pusat data terbesar di dunia,” kata Novogratz. Ia menambahkan, “Saya sangat yakin dengan masa depan Galaxy.”
Terakhir, Galaxy resmi terdaftar di Nasdaq pada Mei lalu dengan ticker GLXY, setelah menyelesaikan reorganisasi perusahaan.